TANAM BAWANG MERAH DARI BENIH HINGGA PANEN

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura berumur pendek yang biasanya sudah bisa dipanen setelah 55-70 hari sejak tanam dan mempunyai nilai komersial tinggi resiko tinggi. Tanaman bawang merah merupakan tanaman hortikultura yang sudah sejak lama dibudidayakan oleh petani secara intensif. Komoditas unggulan pertanian ini memberikan kontribusi karena dibutuhkan masyarakat terutama sebagai bumbu masakan yang cukup tinggi. Serta menjadi sumber penghasilan tinggi para petani pada ekonomi di suatu wilayaah. Meskipun saat ini populasi petani bawang merah sudah banyak, namun dalam proses budidayanya masih ditemui berbagai kendala terutama dari segi teknis budidaya dari pemilihan bibit hingga perawatan. Oleh sebab itu penggunaan benih bermutu,  varietas bawang merah yang mempunyai sifat-sifat unggul,  pengendalian hama penyakit terpadu yang ramah lingkungan dan  pengelolaan hara (pemupukan tepat waktu dan tepat jumlah) sangatlah penting dalam kesuksesan bawang merah.

Tanaman bawang merah cocok tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi pada ketinggian 0–1000 mdpl*. Tanaman bawang merah peka terhadap curah hujan dan intensitas hujan yang tinggi, serta cuaca berkabut dan membutuhkan penyinaran cahaya matahari yang maksimal.

*mdpl meter diatas permukaan laut

Dan kali ini Mas Quick akan memberikan tips bagaimana agar Pak Bos bisa sukses dalam menanam bawang merah:

1. Pilih Varietas yang Tepat:

Pilih varietas bawang merah yang sesuai dengan kondisi iklim dan tanah di daerah Anda.

Beberapa varietas bawang merah populer di Indonesia adalah Brebes, Kuning Lamongan, dan Bangkok. Pak Bos dapat membeli bibit bawang merah di toko pertanian atau dari petani lain.

2. Siapkan Lahan Tanam:

Pilih lahan yang terkena sinar matahari langsung minimal 6-8 jam per hari.

Pastikan tanah gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik.

Lakukan pengolahan tanah dengan membajak menggunakan Cultivator Cakar Baja untuk membuat tanah menjadi gembur. Berikan pupuk kandang atau kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah.

3. Penanaman:

Buat lubang tanam dengan jarak 10-15 cm antar lubang dan 30 cm antar baris.

Tanam bibit bawang merah dengan umbi menghadap ke atas dan akar menghadap ke bawah.

Timbun lubang tanam dengan tanah dan siram dengan air secukupnya.

4. Perawatan:

Lakukan penyiraman secara rutin, terutama pada musim kemarau.

Lakukan penyiangan gulma secara berkala untuk menghindari persaingan dalam mendapatkan nutrisi.

Berikan pupuk NPK  adalah pupuk yang memilik kandungan tiga unsur hara makro, yaitu Nitrogen (N) Fosfor (P) dan Kalium (K) (NPK), secara berkala untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Lakukan pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman.

5. Panen:

Bawang merah dapat dipanen setelah 50-60 hari setelah tanam.

Ciri-ciri bawang merah yang siap panen adalah daunnya mulai menguning dan rebah.

Lakukan panen dengan hati-hati agar umbi bawang merah tidak rusak.

Setelah panen, keringkan bawang merah di bawah sinar matahari selama beberapa hari sebelum disimpan.

Tips Tambahan:

Gunakan Mulsa, Mulsa adalah material penutup tanaman budidaya untuk menjaga kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan gulma. Lakukan rotasi tanaman untuk mencegah penumpukan hama dan penyakit. Gunakan pestisida organik untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

Konsultasikan dengan ahli pertanian setempat untuk mendapatkan informasi yang lebih detail tentang penanaman bawang merah di daerah.

Semoga tips-tips ini bermanfaat untuk membantu Pak Bos sukses dalam penanaman bawang merah!

No Comments Yet.

Leave a comment