Tanah Batu Jadi Kolam Susu

Tak seluruh Indonesia subur. Ada sebagian yang tanahnya keras dan terik mentarinya bikin tulang tengkuk kering.

Namun, Indonesia bukan negeri arang. Kita bukan bangsa yang mudah patah. Kita bukan bangsa yang begitu saja menyerah. Kita bangsa gigih, yang teruji berani mengarungi lautan dan terbukti tangguh melangkahi gunung.

Batu, di negeri ini, bukan keras yang tak bisa dilumat. Untuk menepis peribahasa “untung batu tenggelam”, kita menghidupi peribahasa ini: “sekeras-kerasnya batu bila tertimpa hujan akan retak juga”. Artinya, takdir tak untuk diratapi. Akal dan budi membimbing kita untuk menemukan cara keluar dari takdir.

Seperti hari ini, Selasa, 9 Januari 2018. Takdir bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah provinsi termiskin ketiga setelah Papua dan Papua Barat, bakal segera pudar. Setidaknya dalam satu-dua tahun ke depan.

Apa pasal?

Presiden Joko Widodo hari ini meresmikan selesainya pembangunan beberapa dari tujuh bendungan berkapasitas 188 juta meter kubik yang telah dimulai sejak 20 Desember 2014. Empat di Pulau Timor: bendungan Raknami, Rotiklot, Manikin, dan Kolhua. Tiga di Pulau Flores: bendungan Napun Gete, Temef, dan Mbay. Ketujuh bendungan provinsi berpenduduk 4,3 juta jiwa ini akan berfungsi sebagai penyedia air baku untuk minum, irigasi, pembangkit listrik, dan objek wisata.

Terbayang, kepulauan seluas 4,9 juta hektare yang curah hujannya rendah, yang tanahnya hanya basah di musim penghujan, ini sebentar lagi sawah dan ladangnya akan teraliri air. Tumpahan air dari langit akan tersimpan sepanjang tahun, bahkan saat matahari mendidih.

Apa artinya?

Artinya, petani di NTT boleh bersiap menyambut datangnya air di petak-petak tanah mereka. Mereka bisa tanam padi, sayur-mayur, dan palawija tanpa terbelenggu kalender tanam. Duit negara Rp5,9 triliun digelontorkan untuk menyulap “tanah batu jadi kolam susu”. Menurut data BPS, ada sekira 225.000 hektare lahan pertanian padi, dengan 65.000 hektare di antaranya lahan non irigasi.

Nah, Pak Bos di seluruh Indonesia, tidak hanya petani di NTT...

Apa yang sudah Pak Bos siapkan untuk merayakan keberlimpahan air? Pastikan saat air mengalir deras ke sawah dan ladang Pak Bos, tanah anda sudah terolah dengan baik sehingga bisa ditanami apa pun.

Pak Bos tahu, kan, traktor apa yang mempermudah dan mempercepat kerja Pak Bos menggemburkan tanah di kawasan datar maupun pegunungan? Ya, segera kunjungi www.tokoquick.id untuk dapatkan produk-produk pertanian terbaik QUICK:

Mau tanam padi dan sayur mayur? Kami ada traktor tangan: Cakar Baja, Capung Metal, Impala, G 600, Kijang, E 85, TL 800, G 1000, M 1000, G 3000 ZEVA, dan Zena Rotary.

Mau panen padi? Kami ada Combine Harvester QH 11.

Mau angkut semua hasil panen? Ada Quick Truck QT 14M.

Pak Bos...

Takdir bisa diubah asal kita mau berusaha. Teknologi modern sudah tersedia untuk mewujudkan takdir baru Pak Bos: tanah batu jadi lahan subur, hidup lebih sejahtera.

No Comments Yet.

Leave a comment