JENIS-JENIS DAN CARA PENGENDALIAN HAMA TANAMAN JAGUNG (PART 1)

Setelah tanah diolah menggunakan Quick Zena Rotary, tanah siap ditanami berbagai macam sayur atau buah. Bisa juga lho untuk menanam jagung. Nah, setelah jagung ditanam dan tumbuh dengan baik, pekerjaan penting lainnya adalah merawat jagung agar tidak terserang penyakit atau hama.

 

Untuk itu kali ini Mas Quick akan membahas tentang jenis-jenis hama jagung beserta cara pengendaliannya. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

 

Ulat Buah (Heliothis armigera)

Ulat buah adalah salah satu hama yang paling sering menyerang tanaman jagung saat menjelang fase generatif (pembungaan hingga masa panen). Serangan hama ini menyebabkan kualitas dan kuantitas panen menurun. Selain menyerang pada bagian tongkol, hama ini juga memakan daun dan batang jagung.

Pengendalian

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara penyemprotan insektisida yang tepat seperti folidol atau yang lainnya dengan dosis sesuai dengan anjuran.

 

Lalat bibit(Atherigona exigua)

Pada umumnya kelembaban yang tinggi sangat mendukung perkembangan spesies ini. Jika kondisi sangat kering, telur akan gagal menetas atau larva mati sebelum dia mampu melakukan penetrasi batang. Larva yang baru menetas melubangi batang yang kemudian membuat terowongan hingga dasar batang sehingga tanaman menjadi kuning dan akhirnya mati. Jika tanaman mampu bertahan setelah serangan, maka pertumbuhan tanaman menjadi kerdil. Tanaman jagung yang terserang hama ini akan memiliki bekas gigitan pada bagian daun, pucuk daun layu, dan akhirnya tanaman jagung akan mati.

 

Pengendalian
Hama ini dapat dilakukan dengan cara melakukan penyemprotan insektisida dapat dilakukan dengan perlakuan benih, yaitu Thiodikarb dengan dosis 7,5-15 gram per kg benih. Selanjutnya, setelah tanaman berumur 5-7 hari, tanaman disemprot kembali dengan Thiodikarb 0,75 kg per ha, penggunaan insektisida hanya dianjurkan di daerah endemik. Mengubah waktu tanam karena lalat bibit hanya beraktivitas selama satu sampai dua bulan musim hujan dan dengan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan padi.

 

Ulat Grayak atau Ulat Agrotis

Serangan larva yang masih kecil dapat merusak daun dan menyerang secara serentak berkelompok dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas, transparan, dan bisa sampai tinggal tulang-tulang daun saja. Larva bersembunyi di permukaan bawah daun dan berkembang pada musim kemarau. Ulat ini muncul di pertanaman setelah 11-30 hari setelah tanam. Bagian Tanaman jagung yang diserang hama ini adalah bagian batang yang masih muda, batang akan putus dan akhirnya tanaman jagung mati. Hama Agrotis sp. Menyerang pada malam dan siang hari. Ada 3 jenis ulat grayak/agrotis yaitu:

Agrotis segetum : memiliki warna hitam dan ulat ini sering ditemukan di daerah dataran tinggi.
Agrotis ipsilon : memiliki warna hitam kecoklatan dan ulat ini sering di temukan di daerah dataran tinggi dan rendah.
Agrotis interjection : memiliki warna hitam dan banyak di temukan di pulau jawa.

 

Pengendalian
Melakukan pengolahan tanah yang intensif dan memusnahkan tanaman yang memiliki gejala serangan. Dapat juga menggunakan perangkap feromonoid seks untuk ngengat sebanyak 40 buah per hektar atau 2 buah per 500 m2 dipasang di tengah pertanaman sejak tanaman berumur 2 minggu. Pemanfaatan musuh alami bisa menggunakan predator Sycanus sp. dan Andrallus spinideus. Pengandalian kimia bisa dengan insektisida Carbofuran 3% dan diberikan pada pucuk tanaman.

 

Mas Quick Belum selesai bercerita nih Pak Bos. Untuk lanjutannya, silahkan baca di JENIS-JENIS DAN CARA PENGENDALIAN HAMA TANAMAN JAGUNG (PART 2)

No Comments Yet.

Leave a comment