Pernahkah memergoki tetangga atau teman sedang asyik membisikkan kata-kata penyemangat ke daun Monstera kesayangan mereka? Atau mungkin, kamu sendiri sering melakukannya?
Bagi sebagian orang, mengajak bicara tanaman dianggap sebagai perilaku yang unik atau bahkan aneh. Namun, bagi para pencinta tanaman, ini adalah bentuk ikatan emosional. Pertanyaannya: Apakah ini sekadar hobi emosional, atau ada penjelasan ilmiah di baliknya? Mari kita bedah faktanya!
1. Teori Getaran

Suara pada dasarnya adalah gelombang getaran. Ketika Anda berbicara, gelombang suara tersebut merambat di udara dan menyentuh permukaan tanaman.
Secara ilmiah, getaran ini dapat merangsang pergerakan sitoplasma (cairan di dalam sel) pada tanaman. Gerakan ini mempercepat distribusi nutrisi ke seluruh bagian tumbuhan. Jadi, saat Anda berbicara, tanaman Anda sebenarnya sedang menerima “pijatan halus” yang membantu proses metabolisme mereka.
2. Karbondioksida Nafas Kita adalah Makanan Mereka

Ingat pelajaran biologi tentang fotosintesis? Tanaman membutuhkan Karbondioksida (CO2) untuk menghasilkan energi.
Saat manusia berbicara, kita melepaskan hembusan CO2 dalam jarak dekat ke arah tanaman. Paparan gas CO2 tambahan ini secara langsung memberikan bahan baku yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh lebih subur. Singkatnya, keberadaan Anda di dekatnya memberikan asupan “makanan” tambahan dari udara.
3. Rahasia Tersembunyi Perhatian Ekstra Sang Pemilik
Selain faktor biologis, ada faktor psikologis yang sangat kuat. Pemilik yang sering mengajak ngobrol tanamannya cenderung memiliki ikatan emosional yang lebih tinggi.
Hal ini membuat mereka lebih teliti. Saat mengobrol, mereka akan menyadari hal-hal kecil, seperti:
- Apakah tanahnya mulai kering?
- Apakah ada ulat yang bersembunyi di balik daun?
- Apakah warna daunnya mulai menguning?
Perhatian ekstra inilah yang sering kali menjadi alasan utama mengapa tanaman mereka tumbuh lebih sehat dibandingkan tanaman yang dibiarkan begitu saja.
Apa Kata Penelitian?
Fenomena ini bukan sekadar imajinasi. Royal Horticultural Society (RHS) pernah melakukan studi yang menunjukkan bahwa tanaman (dalam hal ini tanaman tomat) merespons positif terhadap suara manusia. Menariknya, dalam studi tersebut, suara wanita cenderung memberikan efek pertumbuhan yang sedikit lebih cepat dibandingkan suara pria karena perbedaan frekuensi suara.
Batasan Sains: Penting untuk diingat bahwa tanaman tidak “mengerti” kata-kata atau pujian kamu. Mereka tidak tahu bedanya antara curhatan galau atau puisi cinta. Mereka murni merespons frekuensi, intensitas suara, dan getaran yang dihasilkan.
Jadi, Mitos atau Fakta?
Bisa dibilang ini adalah FAKTA dengan penjelasan mekanis. Mengajak bicara tanaman membantu pertumbuhannya melalui getaran suara dan pasokan CO2, namun tentu saja tidak bisa menggantikan peran air, sinar matahari, dan pupuk.
Selain bermanfaat bagi tanaman, kebiasaan ini juga berfungsi sebagai terapi ketenangan bagi pemiliknya. Berbicara dengan makhluk hidup yang “mendengar tanpa menghakimi” bisa menurunkan tingkat stres manusia. Teruslah ajak ngobrol tanaman jika itu membuat kamu merasa lebih baik. Tanaman mungkin tidak bisa membalas kata-kata, tapi mereka akan membalasnya dengan dedaunan yang hijau dan bunga yang cantik. (Rinal30/01/2026)


Leave a Reply