Di tengah maraknya buah impor yang mudah ditemukan di pasaran, bisbul (Diospyros blancoi) justru semakin jarang terlihat. Padahal, buah unik dengan kulit halus menyerupai beludru ini pernah menjadi salah satu koleksi kebanggaan di Kebun Raya Bogor dan menyimpan potensi besar yang belum banyak diketahui masyarakat.
Tak hanya tampilannya yang mencuri perhatian, bisbul juga menawarkan cita rasa khas, kandungan nutrisi melimpah, hingga peluang ekonomi yang menjanjikan. Sayangnya, popularitasnya terus meredup sehingga keberadaannya mulai terlupakan.
Mengenal Tanaman Bisbul
Bisbul memiliki nama ilmiah Diospyros blancoi. Buah ini dikenal dengan berbagai nama, seperti buah mentega di Indonesia, velvet apple dalam bahasa Inggris, dan mabolo di Filipina, negara asalnya.
Pohonnya dapat tumbuh hingga belasan meter dengan tajuk yang rindang. Buahnya berbentuk bulat, berwarna merah kecokelatan saat matang, dan diselimuti bulu-bulu halus yang memberikan tekstur seperti beludru.
Tanaman ini menyukai daerah beriklim tropis dengan curah hujan yang cukup serta tanah yang subur. Karena itulah, bisbul dapat tumbuh baik di berbagai wilayah Indonesia.
Sejarah Bisbul di Indonesia
Bisbul diperkenalkan ke Indonesia sekitar abad ke-19 dari Filipina. Salah satu tempat yang berperan penting dalam pelestariannya adalah Kebun Raya Bogor, yang telah lama mengoleksi tanaman ini sebagai bagian dari kekayaan flora tropis.
Seiring waktu, bisbul bahkan dikenal sebagai salah satu buah khas Bogor. Ada pula kisah menarik bahwa pohon bisbul pernah ditanam oleh Raja Arab Saudi di kawasan Istana Bogor sebagai simbol persahabatan.
Keberadaan pohon-pohon tua tersebut menjadi bukti bahwa bisbul telah menjadi bagian dari sejarah panjang dunia botani di Indonesia.
Kandungan Nutrisi Buah Bisbul

Di balik tampilannya yang unik, bisbul menyimpan beragam nutrisi penting. Buah ini mengandung vitamin A untuk menjaga kesehatan mata, vitamin C yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh, serta serat yang baik bagi pencernaan.
Selain itu, terdapat kalsium, fosfor, dan zat besi yang mendukung kesehatan tulang serta pembentukan sel darah merah. Bisbul juga mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid, polifenol, dan karotenoid yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Manfaat Buah Bisbul bagi Kesehatan

Kandungan gizi tersebut membuat bisbul memiliki banyak manfaat. Konsumsi buah ini dapat membantu menjaga sistem imun tetap optimal sekaligus mendukung kesehatan jantung.
Seratnya berperan dalam membantu mengontrol kadar kolesterol dan melancarkan sistem pencernaan. Vitamin A mendukung fungsi penglihatan, sementara antioksidan bersama vitamin C membantu menjaga kesehatan kulit.
Sejumlah penelitian awal juga menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam bisbul memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan penelitian antikanker. Meski demikian, manfaat tersebut masih memerlukan kajian ilmiah lebih lanjut sehingga belum dapat dijadikan pengobatan utama.
Peluang Pengembangan Bisbul
Di tengah tren masyarakat yang mulai mencari buah-buahan unik dan bernilai gizi tinggi, bisbul memiliki peluang untuk kembali bersinar. Keunikan tekstur beludrunya menjadi daya tarik tersendiri yang sulit ditemukan pada buah lain.
Bisbul (Diospyros blancoi) bukan sekadar buah langka bertekstur beludru. Di balik tampilannya yang unik, tersimpan sejarah panjang, manfaat kesehatan, serta potensi ekonomi yang layak dikembangkan.
Mengenal kembali bisbul adalah langkah awal untuk menjaga keberadaannya. Dengan pelestarian, budidaya, dan pemanfaatan yang berkelanjutan, buah ini berpeluang menjadi salah satu kekayaan hayati Indonesia yang semakin dikenal, sekaligus tetap lestari untuk dinikmati oleh generasi mendatang. (Rinal 07/08/2026)


Leave a Reply