Ketahanan pangan bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang penuh tantangan di lapangan. Hal inilah yang dirasakan oleh Pak Denih (44 tahun), seorang Koordinator Lapangan dari tim Ketahanan Pangan PT Agro Bumi Alam Abadi. Bertugas di wilayah yang melegenda, Pulau Nusa Kambangan, Pak Denih mengemban misi mulia mendukung program pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan nasional.
Tantangan di Balik Jeruji Alam
Bekerja di wilayah Nusa Kambangan, tepatnya di area Lapas Terbuka dan Lapas Gladakan, bukanlah perkara mudah. Selama 15 tahun menjadi petani di sana, Pak Denih memahami betul karakteristik tanahnya.
- Kondisi Lahan: Tanah di wilayah ini tergolong “tanah keras”.
- Komoditas Utama: Penanaman jagung dan padi (sawah).
- Target Luas: Saat ini pengerjaan dimulai dari 5 hektar jagung dan 5 hektar padi, dengan target pembukaan lahan hingga lebih dari 50 hektar.
Dahulu, mengolah lahan sekeras ini secara manual menggunakan cangkul adalah pekerjaan yang sangat berat dan memakan waktu lama. Namun, seiring perkembangan teknologi, efisiensi menjadi kunci.
Dari G 1000 hingga Boxer Rotar

Sebagai petani berpengalaman, Pak Denih selalu mempercayai produk lokal berkualitas. Perjalanannya bersama Quick dimulai dari tipe manual G 1000, kemudian beralih ke Quick Zeva. Namun, pencarian akan alat yang lebih tangguh membawanya ke sebuah penemuan melalui YouTube.
Awalnya, Pak Denih mencari unit Kronos, namun matanya tertuju pada inovasi terbaru: Quick Boxer Rotary. Kesan pertama melihat alat ini adalah “kokoh”. Dan setelah diterjunkan langsung ke lahan keras Nusa Kambangan, ekspektasi tersebut terbukti nyata.
Mengapa Quick Boxer Rotary Menjadi Jawaban?

Bagi Pak Denih dan tim PT Agro Bumi Alam Abadi, ada beberapa keunggulan teknis yang membuat pekerjaan mereka jauh lebih ringan:
- Kemampuan Rotary Dua Arah (Forward & Reverse): Fitur ini sangat krusial. Putaran maju (Forward) dan mundur (Reverse) sangat membantu dalam mencacah tanah keras hingga menjadi gembur dan siap tanam.
- Kehadiran Kursi Operator: Ini adalah perubahan besar. Mengingat lokasi lahan yang berpindah-pindah, adanya tempat duduk membuat operator tidak mudah lelah saat berpindah dari satu titik ke titik lain, baik di lahan maupun saat melintasi jalan raya.
- Ketangguhan Mesin: Di atas tanah yang sangat keras, Boxer Rotary tetap stabil, kuat, dan nyaman digunakan. “Sangat jauh perbandingannya dengan alat sebelumnya,” ungkap Pak Denih.
Pengalaman Pak Denih mengajarkan kita bahwa mekanisasi pertanian adalah kunci keberhasilan ketahanan pangan. Penggunaan alat yang tepat bukan hanya soal gaya, tapi soal:
- Efisiensi Waktu: Mengolah 50 hektar menjadi mungkin dilakukan.
- Kesehatan Petani: Mengurangi beban fisik yang berlebihan (tidak lagi bergantung pada cangkul manual).
- Hasil Optimal: Tanah yang diolah dengan rotary memiliki struktur yang lebih baik untuk pertumbuhan akar jagung dan padi.
“Untuk teman-teman petani di luar sana, jangan ragu untuk mengambil Boxer Rotary. Sangat membantu, nyaman, dan aman. Mantap! Semua Quick, Semua Hebat!” (rinal 27/02/26).


Leave a Reply